Dapatkan gratis ongkir - Bebas 30 hari uang kembali.

Desaku Purwakarta
Rp. 0
Keranjang masih kosong.

Dapatkan gratis ongkir - Bebas 30 hari uang kembali.

Artikel Terpopuler

Mengulik Lebih Dalam Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai di Desa Sirnamanah.

Sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia Bapak Jokowi Widodo pada rapat terbatas tentang Program Raskin pada Juli 2016, penyaluran Raskin diganti dengan menggunakan kartu elektronik yang akan diberikan langsung kepada rumah tangga sasaran, sehingga bantuan sosial dan subsidi akan disalurkan secara non tunai dengan menggunakan sistem perbankan. Sistem baru penyaluran bantuan pangan ini diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2017 tentang Penyaluran Bantuan Sosial Secara Non Tunai. Bantuan sosial non tunai diberikan dalam rangka program penanggulangan kemiskinan yang meliputi perlindungan sosial, jaminan sosial, pemberdayaan sosial, rehabilitasi sosial, dan pelayanan dasar. Program ini juga diharapkan dapat mempermudah masyarakat untuk menjangkau layanan keuangan formal di perbankan, sehingga mempercepat program keuangan inklusif. Penyaluran bantuan sosial secara non tunai kepada masyarakat dinilai lebih efisien, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat kualitas, serta tepat administrasi. Kartu elektronik yang dimaksud dapat digunakan untuk memperoleh beras, telur, dan bahan pokok lainnya di pasar, warung, toko sesuai harga yang berlaku sehingga rakyat juga memperoleh nutrisi yang lebih seimbang, tidak hanya karbohidrat, tetapi juga protein, seperti telur. Selain itu, penyaluran bantuan sosial non tunai juga dapat membiasakan masyarakat untuk menabung karena pencairan dana bantuan dapat mereka atur sendiri sesuai kebutuhan. Untuk menyalurkan bantuan sosial non tunai ini, diawali dengan pendaftaran peserta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang dilakukan oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Dalam kegiatan ini Praja yang melaksanakan Bhakti Karya Praja ikut membantu proses pemberian BPNT kepada masyarakat , antusias dari masyarakat dan partisipasi penuh dari masyarakat membuat praja sangat bersemangat untuk ikut andil dalam pembagian BPNT. diharapkan bantuan ini mampu mensejahterakan masyarakat di Desa Sirnamanah.

Revolusi Rasa! Dodol Pisang Inovatif 'Mengaduk' Selera Para Penggemar Makanan Manis

DESA SIRNAMANAH- Salah satu olahan yang menjadi buruan oleh-oleh khas dari daerah Jawa Barat adalah cemilan manis misalnya seperti dodol. Dodol yang kita kenal biasanya terbuat dari tepung ketan, santan, gula merah dan berbagai bahan lainnya namun berbeda dengan dodol khas dari Desa Sirnamanah yang memadukan pisang sebagai bahan utama selain bahan-bahan yang biasa digunakan. Aroma khas dari dodol pisang ini sangat terasa tatkala Praja IPDN yang melakukan Bakti Karya Praja terjun langsung membantu proses produksi dari dodol pisang Khas Desa Sirnamanah. Tidak hanya aromanya yang khas, rasa pisang yang menjadi bahan utamanya juga sangat terasa. Tidak heran jika dodol pisang ini menjadi produk khas dari Desa Sirnamanah.               "Dodol Pisang ini menjadi ciri khas dari Desa Sirnamanah dimana untuk produksinya sendiri sudah dimulai sejak tahun 2012 dan pemasarannya selain di toko oleh-oleh juga sudah merambah hingga ke Bali", ungkap Bu Melly selaku produsen dari dodol pisang khas Desa Sirnamanah. Selain itu, dodol pisang ini juga menjadi hidangan wajib yang disuguhkan oleh Pemerintah Kota Purwakarta saat kegiatan pertemuan formal.  Produksi dodol pisang khas Desa Sirnamanah ini awalnya diinisiasi oleh para Ibu PKK di tahun 2012. Berkat konsistensi rasa dan kualitas yang ada, produksi dodol pisang khas Desa Sirnamanah ini terus mengalami perkembangan termasuk dari sisi revolusi kemasan yang digunakan. Melalui dana bantuan dari beberapa instansi pemerintahan seperti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi serta lembaga seperti Rumah Zakat yang mengadakan pelatihan UMKM, produksi dodol pisang ini terus bertumbuh hingga menyerap tenaga kerja baru dalam proses produksinya yang secara tidak langsung membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal di desa. 

Hadiri Pertemuan dengan Perangkat Desa Sirnamanah, Praja IPDN Memaparkan Program Kerjanya Selama BKP

Pada hari rabu tanggal 6 September 2023, Praja IPDN mendapatkan kesempatan untuk menghadiri acara pertemuan dengan perangkat Desa Sirnamanah sekaligus sosialisasi terkait penyaluran dana BLT. Sambutan hangat diberikan oleh seluruh perangkat Desa Sirnamanah atas kedatangan Praja IPDN yang melaksanakan Bakti Karya Praja selama 14 hari. Dalam kesempatan tersebut, Pak Wawa selaku Kepala Desa Sirnamanah menyampaikan harapan besarnya kepada Praja IPDN ini agar dapat membantu Desa Sirnamanah untuk lebih maju baik dari sisi pemberdayaan UMKM, pelayanan administrasi dan program lainnya terutama dengan memanfaatkan digitalisasi melalui aplikasi webdesaku. Selaras dengan hal tersebut, Praja IPDN yang berkesempatan hadir dalam pertemuan tersebut juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh perangkat Desa Sirnamanah serta masyarakat atas antusias dan sambutannya terhadap pelaksanaan Bakti Karya Praja. Dalam pertemuan tersebut Praja IPDN juga memperkenalkan diri kepada semua perangkat Desa Sirnamanah yang hadir dan memaparkan maksud, tujuan serta program yang akan dilaksanakan selama pelaksanaan Bakti Karya Praja ini. Melalui kegiatan Bakti Karya Praja ini, Praja IPDN berharap berkontribusi untuk warga desa utamanya dalam mewujudkan masyarakat desa yang peka dan melek akan perkembangan teknologi sebagaimana semboyan yang diangkat yakni "Desa Cerdas, Sirnamanah Bersinar."

7 Praja IPDN menggemparkan Tanah Sirnamanah Kecamatan Darangdan Melalui Bakti Karya Praja

Sebanyak 1090 Praja IPDN Tingkat IV atau dikenal juga dengan istilah Praja Utama melaksanakan Bakti Karya Praja di Kebupaten Purwakarta. Adapun lokus dari kegiatan ini ada di 138 Desa di seluruh wilayah Kabupaten Purwakarta. Dari total 138 desa tersebut terdapat 1 kelompok kecil yang bertugas di masing-masing desa dan salah satunya adalah Desa Sinarmanah yang mendapatkan kunjungan dari 7 Praja IPDN dalam giat Bakti Karya Praja ini. Adapun praja tersebut adalah Bangkit Ayatullah Datupalinge, Fani Rachmadiyanto, Tegar Muh. Syah Fahlevi, Achmat Junaedi, Agil Ardiansyah Maulana, Lungky Melen Nalova dan Arda Geby Ayu Salsa. Melalui kegiatan Bakti Karya Praja (BKP) ini, Praja IPDN diharapkan mampu untuk mengelola e-Commerce, wisata dan berita melalui aplikasi Webdesaku. Upaya ini dilakukan untuk mewujudkan digitalisasi dalam proses penyelenggaaraan pemerintahan desa mengingat pemerintahan desa merupakan satuan pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat dan desa merupakan benteng pertahanan negara.

Peningkatan Kapasitas Operator Webdesaku

         Hari ini Rabu 10 Agustus 2022,sedang di adakan Pelatihan Jurnalistik yang di hadiri oleh Operator Webdesaku dari 63 Desa,6 kecamatan se kabupaten purwakarta,dengan Narasumber Adi kurniawan Tarigan yang biasa di sapa Tarigan         Materi yang di sampaikan sangat menarik dan penuh tantangan untuk seluruh Operator,kenapa penuh penuh tantangan? karna dalam menulis berita harus di perhatiakan cara penulisan yang sesuai dan benar untuk memuat sebuah berita.       Webdesaku selain kita mengupdate kegiatan-kegiatan di Desa kita juga bisa mengupdate potensi-potensi yang ada di Desa,seperti tempat Wisata yang ada di Desa,makanan ciri khas Desa dan yang lain nya.